Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

13 Agustus 2008

Pedang Gou Jian Dipamerkan: Rambut Lewat Terputus

Pedang Gou Jian – raja Yue (kiri) dan tombak utusan raja Wu – dua buah senjata langka Tiongkok kuno ketika dipamerkan di museum kesenian Universitas Hong Kong, Mei 2005 yang lalu. (ZHONG YANG)


21 Juli lalu, dipamerkan benda kemiliteran kuno Tiongkok yang sangat langka, dari benda-benda yang tak ternilai tersebut dipamerkan, ada pedang milik Gou Jian (baca: kou cien), Raja Yue (sekitar 500 tahun SM), buku kuno ilmu kemiliteran Sun Zi (baca: suen ce, di Indonesia terkenal dengan Sun Tzu) berasal dari makam dinasti Han di gunung Yin Que (baca: yinjue) dan lain sebagainya.

Diantaranya juga terdapat pedang raja Yue, Gou Jian dan cucu Gou Jian. Pedang yang pernah dipergunakan oleh buyutnya serta pedang dari putera mahkota Wu. Empat pedang tersohor ini untuk kali pertama dipamerkan secara bersamaan di depan umum, sebuah kejadian langka di dalam sejarah.

Pekerja dengan sangat hati-hati menempatkan pedang Gou Jian dari Raja Yue yang didatangkan dari propinsi Hubei ke Beijing, ke dalam kotak pajangan khusus. Meski telah melewati usia yang begitu panjang masih saja tajam tak tertandingi.

Pedang Gou Jian tajamnya dapat membuat “rambut lewat, terputus” milik sang raja Yue membuat orang terkagum-kagum.

Menurut cerita pekerja, pedang Gou Jian sesudah digali keluar dan di dalam sebuah eksperimen, mata pedang (blade) dalam satu kali tebas dengan mudah memotong 26 lembar tumpuk kertas.

“Sungguh-sungguh telah dicoba oleh seorang pekerja yang mengambil sehelai rambutnya dan dilepas secara alami ke atas mata pedang, rambut tersebut langsung terpotong jadi 2.”

Pedang Gou Jian milik Raja Yue memiliki panjang 55.6 cm dan lebar 4,6 cm. Pada 1965 ditemukan di gunung Jiang Ling propinsi Hubei. Pada badan pedang terdapat tekstur berbentuk rhombis, berpola blue inlay berglasur dan terdapat permata turquoise (biru hijau).

Ketika digali tertancap di dalam sarung bercat transparan dan di bagian lehernya terlilit tali sutera. Di dekat pegangannya tertera “Pedang pribadi Gou Jian – Raja Yue”. Pedang tersebut berasal dari makam (dinasti) Chu, diletakkan di sebelah kiri kerangka jenazah, sebagai pedang pribadi.

Pedang Gou Jian dewasa ini adalah pusaka milik museum propinsi Hubei. Kepala museum propinsi Hubei, Wang Hongxing berkata, “Hingga sekarang, pedang ini masih saja diselimuti banyak misteri, misalnya tentang asal usulnya, teknik pembuatannya dan lain sebagainya.”

Selain kehadiran keempat pedang ternama tersebut, ada lagi yang boleh dibilang adalah “Pistol otomatis” zaman kuno, yakni busur mekanik otomatis dari zaman Zhan Guo (403 – 221 SM).

Wang Hongxing menyatakan, petugas arkeologi membuat turunannya sesuai dengan busur aslinya dan bisa dibidikkan sejauh 20 hingga 30 langkah, sekali isi bisa dipasang dan ditembakkan 2 batang anak panah mekanik, ini di zaman kuno nyaris bagaikan “pistol otomatis”.

Selain itu, di dalam pameran kali ini juga kali pertama ditunjukkan 20 potong serpihan buku (kala itu buku belum dibuat dari kertas, melainkan dari lempengan bambu) ilmu kemiliteran Sun Zi dari makam Han di gunung Yin Que.

Sisa serpihan ilmu kemiliteran hasil karya Sun Zi yang masih eksis dan tertua ini sangat berharga, setiap serpihan masing-masing diletakkan di dalam sebuah tabung kaca transparan, sekitarnya diisi penuh dengan cairan pelindung transparan, para penonton melalui kaca masih bisa membaca aksara berwarna hitam di atas serpihan tersebut. (The Epoch Times/whs)

29 Juli 2008

Cara Ampuh Mengusir Serangga

Semut : takut rasa asam. Cara mengusirnya : Jeruk nipis segar kita belah jadi dua, peras dan teteskan pada sepanjang jalur yang dilalui semut. Juga oleskan bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran dan aman!

Nyamuk : Aroma bawang putih yang pedas dan menyengat paling ditakuti oleh nyamuk. Bila ingin mengusir nyamuk, selain harus rajin membersihkan lingkungan, maka bila memungkinkan, cara terbaik adalah menanam bawang putih. Bila tidak, juga boleh dengan meletakkan bawang putih dalam kantong jaring dan gantunglah pada daerah yang banyak nyamuknya. Dalam kondisi demikian, nyamuk yang paling ganas pun tidak akan berani mendekat!

Kecoa : takut aroma harum. Untuk mengatasi kecoa yang paling suka sembunyi di dapur (biasanya dapur basah), maka kita ambil sabun batangan yang dipotong kecil-kecil. Kemudian potongan sabun ini kita letakkan di mangkok kecil (atau lainnya) yang diisi air bersih secukupnya, lalu mangkuk ini kita letakkan pada tempat di mana kecoa biasa muncul. Tak sampai beberapa hari, kecoa akan lenyap tanpa jejak. Tetapi harus rutin menambah air bersih dalam tempat sabun tadi, dengan demikian hasilnya baru bisa berlanjut. Bila ada anak kecil dalam rumah, maka harus waspada untuk menjaga keamanan; jangan sampai termakan! (The Epoch Times/foe/mgl)


Pesawat NASA Temukan Es di Mars

Menurut ilmuwan kenamaan NASA, Mars Phoenix Lander telah menemukan es di atas permukaan Planet Merah. Penemuan ini adalah sebuah ’kunci’ dari pencarian terhadap air dan tanda-tanda kehidupan pada planet tetangga yang terdekat dengan bumi.

Bukti ini didapat dari serangkaian foto yang dikirimkan kembali oleh Phoenix mengenai sebuah parit yang digali dengan tangan robotnya, di daerah lingkaran Arctic Mars ini memperlihatkan gumpalan materi putih seukuran dadu yang meleleh secara perlahan setelah beberapa hari.

“Hari ini saya mengumumkan dengan bangga dan suka cita, bahwa kami telah me-nemukan bukti yang telah kami cari selama ini, bahwa ini adalah es dan bukan materi lainnya,” kata kepala peneliti proyek Peter Smith, dari University of Arizona, dalam sebuah jumpa pers.

Eksistensi air di atas permukaan planet Mars sangat penting karena ini adalah sebuah jawaban atas pertanyaan tentang adanya kehidupan atau tidak, bahkan dalam wujud mikroba purba sekalipun. Di bumi, air adalah sebuah unsur yang diperlukan kehidupan.

Ilmuwan pertama kali menemukan apa yang mereka percayai sebagai sebuah lembaran es raksasa di bawah permukaan tandus dari Kutub Utara Martian pada tahun 2002, ketika Mars Odyssey Orbiter mendeteksi melalui sebuah analisa hidrogen ketika sedang mengorbit planet tersebut.

Phoenix mendarat pada 25 Mei dan menemukan gumpalan putih tersebut ketika dia menggali sebuah parit sedalam beberapa inci dari permukaan tanah. Pada awalnya NASA sempat ragu untuk menyebut gumpalan putih tadi sebagai es, karena ada kemungkinan materi tersebut adalah garam.

‘Tanpa Argumen’

Tetapi urutan gambar foto tadi menunjukkan bahwa sekitar delapan gumpalan seukuran dadu tersebut perlahan-lahan lenyap, hal ini telah meyakinkan tim ilmuwan yang menelitinya, dan pada hari Kamis pukul 19:00 waktu Greenwich mereka memutuskan bahwa materi tersebut adalah air yang menjadi es.

“Foto ini sungguh meyakinkan,” kata Smith ketika melihat gambar-gambar itu untuk pertama kalinya. “Tidak ada argumen yang perlu dibuat lagi dan kami semua bertepuk tangan!”

Walaupun para ilmuwan menyatakan bahwa mereka sangat antusias dengan penemuan ini, akan tetapi yang menjadi langkah pertama dalam misi utama Phoenix adalah untuk memastikan bahwa air pernah mengalir di Mars dan jika terdapat kehidupan di planet tersebut entah dalam wujud apapun.

“Sekarang kami yakin bahwa kami ada di atas sebuah permukaan es dan dapat benar-benar menemukan tujuan dari misi penelitian ini.” kata Smith. “Saya hanya duduk di kursi, sungguh, menunggu untuk melihat laporan dari alat-alat kami.”

Beberapa minggu lagi tim ilmuwan akan menganalisa es dan tanah tersebut untuk meneliti sejarah geologi dan mencari materi organik.

“Fakta bahwa di sana ada es bukanlah suatu jaminan bahwa tempat tersebut bisa dihuni,” kata Smith. “Es tersebut mungkin selalu dalam kondisi membeku dan apabila dalam kondisi membeku seperti itu ditambah lagi dengan tidak adanya makanan maka tempat itu bukanlah sebuah tempat yang layak untuk dihuni.”

“Ini benar-benar sebuah sejarah modern dari lapisan di mana kami datang untuk mengungkapkannya.”

Pesawat senilai US$420 juta telah menghabiskan waktu selama 10 bulan untuk menempuh perjalanan dari Bumi menuju Mars dan telah menganalisa contoh tanah yang diambil dari permukaan tanah dan meletakkannya dalam laboratorium pesawat. (rtr/san)

24 Juli 2008

Ilmuwan belum dapat mendefinisikan kehidupan yang hampir “diciptakannya”


Pada musim panas tahun ini, para ilmuwan dari J.Craig Venter Institute, mengubah suatu DNA bakteri dengan unsur yang lain. Komposisi gen bakteri yang telah diubah menarik perhatian dunia. Sebab hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia mengendalikan kehidupan sedang mendekati saat yang dapat “menghasilkan kehidupan”. Namun ketika ilmuwan mempelajari dari sudut biologi, astronomi dan ilmu robot dan berbagai bidang lainnya, satu soal penting yang perlu dijawab adalah : “Apa itu kehidupan yang sesungguhnya?”

Berusaha mencari kehidupan
Pada 19 Agustus lalu kantor berita AP melaporkan, menyelidiki misteri kehidupan tidak lagi hanya masalah bidang filsafat, ilmuwan sekarang juga sedang menjalankan kehidupan, mencari kehidupan di planet lain, bahkan membuat kehidupan dalam tabung percobaan. Selain itu, mereka tengah berusaha membuat definisi kehidupan.

Pada Juni lalu, sejumlah peneliti AS mengganti suatu komposisi gen bakteri dengan suatu mikroba, dan sejumlah ilmuwan lainnya juga tengah mencoba membuat kehidupan awal di ruang ini. Ilmuwan dari NASA juga tengah mencari kehidupan di antariksa, namun demikian mereka “belum” dapat memastikan bagaimana kehidupan yang akan mereka cari ini. Selain itu, sejumlah ilmuwan mendatang juga tengah mempelajari apakah jika robot memiliki kemampuan selayaknya manusia nantinya, apakah mesti di anggap sebagai suatu bentuk kehidupan?

Karena itu, ketika para ilmuwan menyelidiki kehidupan berdasarkan biologi, astronomi dan pengetahuan robot, satu soal penting muncul seketika : apa itu kehidupan yang sesungguhnya? dan soal ini kembali di kemukakan lagi karena perkembangan percobaan kehidupan belakangan ini.

Di distrik peluaran kota Washington musim panas tahun ini, para ilmuwan dari J.Craig Venter Institute, AS, mengubah suatu DNA bakteri dengan yang lain, sehingga dengan demikian mengubah komposisi gen bakteri. Hasil percobaan ini memberitahu kepada dunia, bahwa kemampuan manusia mengendalikan kehidupan tengah mendekati hasil menciptakan kehidupan.

Di dunia, sedikitnya terdapat 6 tim peneliti berbeda yang mencoba menghasilkan dan meniru kehidupan awal di atas bumi dengan menggunakan zat kimia. Mereka memprediksikan, bahwa jarak keberhasilan dalam menciptakan kehidupan seperti ini masih sekitar 3-10 tahun.

”Salah satu ahli yang mencoba menciptakan kehidupan, yakni profesor David Deamer dari Santa Cruz Universitas Kalifornia mengatakan : “menurut kami, asal muasal kehidupan berikutnya akan terjadi di laboratorium seseorang”, yaitu “wet artificial life”. Namun ketika ditanya apa itu kehidupan, Deamer mengatakan lebih baik menguraikan kehidupan bukan mendefinisikannya : “sekarang kita mungkin belum menguasai pengetahuan yang cukup untuk menjawab soal ini, namun kita tahu akan berusaha dari orientasi-orientasi itu.”

Beberapa bulan lalu, komite “weird life” lembaga ilmu pengetahuan AS menyiarkan sebuah laporan, memperingatkan NASA untuk tidak terlalu fokus dari sudut air dalam mencari kehidupan. Peringatan ini seakan-akan mengingatkan ilmuwan sekarang bahwa kehidupan di antariksa mungkin eksis dalam bentuk yang tidak sama dengan pengetahuan kita saat ini.

Misalnya, hasil penelitian profesor geologi dari Universitas Washington, Dirk Schulze-Makuch yang meneliti organik dibawah lingkungan yang ekstrem menunjukkan, bahwa sejumlah kehidupan yang dulu pernah dianggap tidak bisa eksis dibawah “prasyarat” yang extrim itu ternyata dapat eksis, misalnya sebuah sungai di Spanyol yang keasamannya lebih tinggi dari ambang batas ketentuan dan danau tutupan es di kutub selatan, dimana tingkat “keganasan” dibawah prasyarat ini juga tidak kalah ketatnya dengan prasyarat di luar angkasa tertentu.

Menurut Schulze Makuch, orang-orang kerap menyamakan kehidupan di bumi dengan kehidupan di luar angkasa, misalnya kehidupan di planet Mars. Dalam kehidupan di bumi, garam adalah zat cair inheren dalam sel aktif. Sedang cuaca di planet Mars sepertinya terlalu dingin terhadap sel ini, jika zat cair inheren mengandung air dan zat gabungan hydrogen dioxide, mungkin kehidupan akan berkembang biak disana. Air dan zat gabungan dapat memberikan sedikitnya 3 manfaat yang jelas bagi organik dibawah lingkungan yang kering dan dingin planet Mars. Titik bekunya adalah 56.6 derajat dibawah nol celcius (suhu konkretnya tergantung pada kepadatan hydrogen dioxide), karena itu, dibawah suhu yang ekstrem rendah tetap bisa eksis dalam keadaan cair. Meski menjadi keras di bawah suhu rendah, juga tidak akan menjadi kristal yang dapat merusak sel, namun es yang terbentuk dari air dapat merusak sel, selain itu, hydrogen dioxide memiliki higroskopisitas (sifat menyerap basah), ini berarti ia dapat menyerap uap air dari atmosfer. Dan ini merupakan satu ciri berharga yang eksis di atas planet yang tidak mudah untuk mendapatkan zat air.

Selain itu, komite weird life mengkhawatirkan ilmuwan sekarang saat mencari kehidupan luar angkasa, mungkin terlalu berpusat pada bumi. “Ketika meluas hingga ke tata surya mencari kehidupan, yang terpenting adalah tahu persis apa yang sedang dicarinya”. Disamping itu, laporan tersebut juga mendesak NASA bahwa saat mencari kehidupan di luar angkasa jangan selalu “memfokuskan” pada karbon, meski karbon kerap disebut sebagai penyangga kehidupan bumi.

Namun, jika karbon bukan materi mutlak kehidupan, lalu bagaimana dengan silikon? Atau dengan kata lain robot ?

Seorang ilmuwan masa depan yang terkemuka, Ray Kurzweil mengingatkan orang-orang, seperti misalnya Bill Gates, menurutnya, sampai pada 2029 nanti, dimana melalui percobaan utama inteligensi buatan, robot akan menjawab pertanyaan seperti layaknya seorang manusia.

“masalah utamanya terletak pada, jika bukan individual organisme, apakah menikmati hak yang sesungguhnya, apakah punya persepsi atau emosi ?” ini bukan saja pemikiran Kurzweil, banyak ilmuwan yang memiliki tantangan dan tahu dengan definisi kehidupan mengatakan, bahwa jawaban-jawaban ini tidak mudah ditemukan.” demikian lanjutnya.

Ahli teori Biologi dari Universitas Pennsylvania, Art Caplan mengatakan : “hampir selama 400 tahun ini, ‘apa itu kehidupan’ menjadi soal inti kalangan biologi”. Menurutnya, ini menyebabkan semakin banyak Teologi, apakah kehidupan itu unik, dan apakah kita umat manusia itu istimewa.

Kehidupan buatan
Times of India melaporkan, sejumlah ilmuwan di dunia tengah mencoba menciptakan bentuk kehidupan awal, dan menyatakan bahwa jarak dalam keberhasilan terkait sudah tidak lama lagi.

Para ahli memperkirakan, dalam kurun waktu 3-10 tahun ke depan, akan ada pengumuman tentang kehidupan dari bidang “wet artificial life” yang diciptakan ilmuwan.

Salah satu dari para ilmuwan yang turut serta dalam “perlombaan” kehidupan ini, yakni Mark Bedau dari kantor operasional Protolife Venice, Italia, mengatakan : “ini adalah peristiwa yang sangat penting, dan setiap orang harus mengetahuinya”.

Sel pertama yang menyenyawakan kehidupan adalah terbuat dari zat kimia dasar DNA, sepertinya tidak terbayangkan bagi mereka yang bukan berkecimpung dalam bidang pengetahuan, sebab DNA ini baru dapat anda lihat di bawah mikroskop, apalagi senyawanya.

Bedau mengatakan: “ membuat sel dasar kemungkinan menghasilkan kehidupan yang baru di alam semesta kita. Ini akan memecahkan satu diantara sejumlah kecil soal misterius. Dan ia berhubungan dengan munculnya alam semesta dan status manusia.”

Sumber : AP, Times of India, NASA, today mars.com. (Sumber Dajiyuan)
(http://www.dajiyuan.com)
http://www.epochtimes.com/gb/7/8/23/n1810734.htm

17 Juli 2008

Mumi Seorang Gadis Inca Dipajang di Musium Argentina


Mumi tersebut bernama La Doncella atau Perawan; yaitu seorang gadis cilik yang meninggal lebih dari 500 tahun yang lalu dalam sebuah upacara pengorbanan di Pegunungan Andes.

Menurut para arkeolog yang menemukan jasad mumi di Argentina tahun 1999 lalu, mumi gadis beserta dua anak kecil lainnya sengaja ditinggal di puncak pegunungan agar meninggal kedinginan sebagai persembahan kepada para dewa.

Johan Reinhard, seorang penjelajah dari National Geographic yang memimpin ekspedisi, menggambarkan penemuan saat itu sebagai “pengawetan mumi terbaik yang pernah saya lihat.” (National Geographic News merupakan divisi dari Lembaga National Geographic)

Musium High Country Archaelogical di Salta, Argentina, menampilkan La Doncella, korban tertua dari tiga korban lainnya, untuk pertama kalinya dipamerkan ke publik pada 6 September lalu.
Musium meletakkan mumi tersebut di sebuah kotak pendingin dengan oksigen rendah untuk menjaga agar kondisi mumi tetap dapat terpelihara dengan baik secara alami.

Sedangkan mumi dua anak lainnya masih disimpan di tempat penyimpanan untuk studi lebih lanjut, kata salah seorang penanggung jawab musium. (www.nationalgeographic.com)

Penemuan Piramida Kuno di Pusat Kota Meksiko


MEKSIKO—Para arkeolog menemukan reruntuhan puing-puing piramida suku Aztec berumur 800 tahun di jantung ibukota Meksiko yang mungkin dapat menunjukkan kota kuno ini setidaknya berusia satu abad lebih tua dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

Arkeolog Meksiko menemukan reruntuhan itu di bawah kedalaman sekitar 36 kaki, di wilayah pusat Tlatelolco, yang dulunya merupakan pusat keagamaan dan politik suku elit Aztec.

Sejak ditemukannya piramida lain di wilayah ini 15 tahun yang lalu, ahli sejarawan menganggap bahwa Tlatelolco ditemukan oleh suku Aztec pada tahun 1325, tahun yang sama dengan usia kota kembar Tenochtitlan di dekatnya, yang merupakan ibukota kerajaan Aztec, yang diruntuhkan oleh bangsa Spanyol pada tahun 1521 dengan menaklukkan suku Aztec, yang sekarang menjadi kota Meksiko.

Piramida ini ditemukan bulan lalu sebagai bagian dari sebuah penelitian yang dimulai bulan Agustus lalu, diperkirakan dibangun pada tahun 1100 atau 1200, menandakan bahwa suku Aztec mulai membangun peradaban mereka di wilayah pegunungan di pusat Meksiko ini lebih awal dari yang diduga.

“Kami menemukan beberapa tangga dari piramida yang lebih tua. Periode eksisnya suku Aztec perlu ditinjau kembali,” kata arkeolog Patricia Ledesma hari Kamis minggu lalu.

Tlatelolco banyak dikunjungi ribuan turis asing, dikenal dengan peninggalan puing-puing pada masa preHispanik dan era koloni gereja dan biara Spanyol, yang juga merupakan tempat terjadinya tragedi pembantaian mahasiswa golongan kiri pada tahun 1968 oleh pasukan tentara di sana, beberapa saat menjelang diadakannya Olimpiade di Meksiko.

Ledesma dan koordinator kelompok arkeolog, Salvador Guilliem, mengatakan mereka akan terus menggali dan mempelajari wilayah penemuan ini di tahun depan untuk mendapatkan gagasan lebih baik mengenai luas dan usia piramida kuno tersebut.

Para arkeolog juga menemukan sebuah patung yang mungkin merupakan patung peninggalan dewa hujan suku Aztec, Tlaloc, atau yang disebut Dewa langit dan bumi Tezcatlipoca.

Sebagai tambahan, proyek galian ini juga menemukan lima tengkorak dan serangkaian ruang-ruang di dekat piramida yang diperkirakan sudah ada di sana sejak tahun 1431.

“Kami berharap segera menemukan sesuatu yang dapat menjelaskan mengenai keberadaan Tlatelolco,” kata Ledesma.

Kota Meksiko dipenuhi dengan reruntuhan bangunan preHispanik. Agustus lalu, para arkeolog di kota rawan kejahatan, wilayah Iztapalapa, menemukan apa yang mereka percaya sebagai piramida pusat Tenochtitlan.

Suku Aztec dikenal sebagai suku yang memegang teguh kepercayaan dan suka berperang. Mereka membangun banyak bangunan bersejarah dan dihargai karena penemuan coklatnya, Aztec menguasai sebuah kerajaan yang luasnya terbentang dari teluk Meksiko hingga Lautan Pasifik dan hampir mencakup keseluruhan pusat kota Meksiko modern. (val/rtr)

http://en.epochtimes.com/news/71228/63354.html

Penemuan Planet Kecil Mirip Bumi


Bulan April 2008 pakar astronomi Spanyol mengumumkan bahwa mereka telah menemukan planet terkecil yang terletak di luar sistem tata surya. Planet tersebut berjarak 30 tahun cahaya dari bumi. Mereka berharap dapat segera menemukan planet kembaranbumi dengan teknik pendeteksi terbaru.

Ahli astronomi Spanyol berhasil mendeteksi lokasi planet kecil tersebut.

Dengan teknik pendeteksi barunya, mereka mampu mendeteksi planet yang jauh lebih kecil daripada gas raksasa yang sebelumnya hanya merupakan tipe planet yang dapat dideteksi oleh ilmuwan di sistem tata surya lain.

Planet baru ini berbentuk bola kecil berbatu, lebih mirip bumi, ketimbang kumpulan massa gas cair yang berputar yang membentuk planet lain seperti yang ditemukan sampai saat ini.

Para ahli astronomi berharap agar dapat mengidentifikasi planet mirip bumi ini dengan metode pendeteksian baru mereka.

Planet berbatu yang dikenal sebagai "GJ 436T" memiliki massa lima kali lebih kecil dibanding bumi. Hal ini membuatnya menjadi planet extrasolar atau exoplanet (planet yang berada di luar sistem tata surya) terkecil yang pernah dikenal sejauh ini. Planet tersebut berjarak 30 tahun cahaya dari bumi di konstelasi bintang Leo.

Gj 436T ditemukan sekumpulan pakar astronomi Spanyol yang dipimpin Ignasi Ribas. Metode pendeteksian mereka menggunakan analisa distorsi di orbit planet lain yang lebih besar.

"Dalam hal ini kita tidak menggunakan perturbasi atau gangguan (perubahan orbit obyek langit disebabkan oleh interaksi gravitasi dengan obyek langit lain) pada bintang (matahari) namun kita menggunakan perturbasi atau gangguan pada planet lain yang telah dikenal di sistem, jelas Ignasi Ribas. "Planet ini memiliki orbit yang eksentrik, orbit berbentuk elips yang kemudian berubah menjadi bentuk lingkaran, sungguh suatu hal yang mengejutkan" katanya.

Ribas sangat berharap segera menemukan planet mirip bumi dengan teknik baru ini.

"Hal ini selangkah lebih maju, dalam menemukan semakin banyak obyek-obyek mirip bumi," kata Ribas kepada wartawan NTD. "Kemungkinan di masa mendatang, kurang dari satu dekade, kita akan mempunyai kembaran bumi pertama yang mungkin telah terdeteksi."

Selanjutnya Ribas mengatakan bahwa planet baru ini tidak dapat dihuni karena berkaitan dengan jaraknya yang terpisah dari bintang (matahari)nya. Nampaknya, untuk dapat mendukung kehidupan, suatu planet harus memiliki massa yang menyerupai bumi, dan memiliki jarak orbit ke bintangnya menyerupai jarak dari bumi ke matahari. (NTD News/James Fish)

http://en.epochtimes.com/news/8-4-11/69003.html

Bukti Ilmiah Telepati


“Meskipun tubuh saya tanpa sayap burung phoenix yang berwarna-warni, saya tidak perlu kesana untuk bersamamu tetapi akan berkomunikasi denganmu dengan telepati seperti unicorn suci (dari syair tujuh karakter tak berjudul oleh Li Shangyin, seorang pemyair terkenal di Dinasti Tang). Syair ini menjadi salah satu syair yang paling sering dibaca selama ribuan tahun. Apakah kekuatan mental seperti telepati mental yang disebutkan di puisi benar-benar ada? Apakah ini hanya takhayul? Iain Bruce dari Herald Sunday menerbitkan penelitian ilmiah oleh seorang ilmuwan Scotlandia, Paul Stevens, mengungkapkan bukti ilmiah pertama dari kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan pikiran.

“Riset kami masih belum komplet, tetapi kami mungkin telah menemukan pola penting yang kami harapkan akan menunjukkan kemampuan mental dan mekanisme yang mendasar yang bertanggung jawab,” kata Dr. Steven, yang memimpin eksperimen di unit parapsikologi yang terkenal di dunia universitas Edinburgh.

Studi ini melihat hubungan antara manusia dengan hubungan yang berkembang dengan luar biasa baik, seperti para pasangan, teman dan saudara. Setiap pasangan yang terpisah dan para peserta diberi label “pengirim” dan “penerima” (dari pesan). Mereka yang ada dalam kelompok pertama ditunjukkan serangkaian video klip secara acak dan diperintahkan untuk “mengirim” informasi ini kepada pasangan yang duduk di ruangan kedap suara sejauh 25 meter.

Signal suara disebut “suara putih” pada “penerima” kedalam kondisi Ultra-receptive dan mereka diminta untuk mengatakan apa yang ada dalam kepala mereka sementara tubuh mereka diukur untuk beberapa perubahan. Banyak subyek yang bisa menyebutkan informasi yang dibaca oleh pasangan mereka.

Sudah bertahun-tahun lamanya debat mengenai keberadaan kekuatan mental di komunitas ilmiah. Diantara semua jenis kekuatan batin, kekuatan telepati telah lama dianggap sebagai takhyul oleh banyak akademisi. Tetapi dengan studi dari Dr. Steven menunjukkan banyak objek yang mampu akan kekuatan batin, praduga ini mungkin akan segera berubah. Berbicara dalam Konvensi ke 45 Asosiasi Parapsychology, Dr. Steven akan mempresentasikan hasil dari eksperimennya kepada audiens internasional dari kalangan periset dan akademisi.

Sesungguhnya, keberadaan kemampuan supernormal adalah kenyataan yang tak bisa disangkal dalam komunitas kultivasi. Karena kemampuan supernormal melebihi ilmu biasa, instrumen biasa tidak bisa dengan mudah mendeteksinya. Setelah para ilmuwan menghabiskan tenaga seluruh sumber-sumber yang mungkin menyelidiki kebenaran dari tubuh manusia dan angkasa antar bintang, mereka sering harus mengakui sebuah fakta,, teknologi ilmiah kita sangat terbatas yang membuat kita sering dibingungungkan oleh misteri yang tak terpecahkan oleh tubuh manusia. Peralatan ilmiah dan teori bukanlah halangan terbesar untuk memecahkan misteri ini. Keterbatasan adalah prinsip-prinsip yang mendirikan ilmu, kita tidak boleh hanya percaya pada apa yang kita lihat dengan mata telanjang, dan kita tidak boleh secara gegabah menghilangkan apa yang tidak terdekteksi oleh ilmu modern. Dengan kata lain, kita seharusnya mempunyai pikiran terbuka untuk mempelajari kehidupan dan alam semesta dari perspektif alternatif. Jika kita bisa mengambil sikap yang hangat terhadap ilmu, kita akan mebuat lompatan besar ke depan dalam memahami dalam semesta.

Reference:
http://www.sundayherald.com/26740

Konsep Pencakar Langit Ramah Lingkungan


Dynamic Towers of Dubai


Arsitek Italia Dr. David Fisher mengumumkan sebuah lembaran baru dalam sejarah arsitektur. Apartemen baru dengan konsep dinamik (Dynamic Towers) akan mengubah cara pandang dunia terhadap sebuah bangunan, karena setiap gedung akan menghasilkan energinya sendiri, setiap lantai akan bebas bergerak, dan melalui rancangan yang unik, setiap tingkat bangunan itu akan dapat dibangun sendiri secara terpisah di pabrik-pabrik.

Pembangunan dari dua Dynamic Towers yang pertama akan segera dimulai di Dubai dan Moscow, sedang proyek-proyek sejenis juga sedang direncakan di belahan dunia lainnya.

Setelah menerima proyek pertama di Dubai, Fisher menyebutkan beberapa rencana untuk proyek berikutnya. “Kami berniat membangun pencakar langit ke tiga yang dapat berotasi di New York,” Fisher mengatakan.

Berfokus untuk menciptakan bangunan yang harmonis dengan alam seiring dengan kemajuan teknologi, Fisher menjelaskan bahwa setiap tower dapat menghasilkan energi melalui penggunaan turbin angin dan panel tenaga surya.

“Saya sedang memikirkan tentang bagaimana dapat berkawan dengan angin dari pada melawan angin,” kata Fisher.

“The Dynamic Tower ini adalah gedung yang ramah lingkungan dan merupakan bangunan pertama yang khusus dirancang agar dapat memberi tenaganya sendiri, yaitu dengan kemampuan untuk menghasilkan listrik bagi bangunan itu sendiri, maupun bagi bangunan di sekitarnya,” kata Fisher. “Hal ini dapat dicapai dengan memasang turbin di antara setiap lantai yang dapat berotasi. Bangunan 80 tingkat dengan 79 buah turbin angin itu akan menjadi sebuah pembangkit tenaga listrik yang benar-benar ramah terhadap lingkungan.”

Karena rancangan dan bentuknya yang demikian, turbin angin di antara setiap lantai dapat berkerja tanpa suara, dan perlengkapan peralatan maupun perabotan dari setiap apartemen akan memakai bahan-bahan alami yang dapat didaur ulang seperti batu, marmer, kaca dan kayu.

Setiap lantai dari menara akan dapat berputar bebas secara indenpenden, dan dapat dibangun sendiri secara terpisah di pabrik. Setelah selesai dibangun, setiap bagian lantainya dapat diangkat dan dipasangkan di atas pusat menara sesuai dengan tingkat lantainya.

Fisher mengatakan pembangunan ini menggunakan sistem pre-constructed, yaitu membangun dengan bagian-bagian yang sudah dibangun sebelumnya sehingga dapat mengurangi biaya hingga 20 persen dan menghemat waktu sekitar satu minggu untuk setiap lantainya. Karena kemampuan dari setiap lantai yang dapat bebas berotasi pada kecepatan yang berbeda maka bentuk bangunan tersebut akan selalu berubah-ubah.

Tiap-tiap tower akan dilengkapi dengan banyak pilihan, seperti kolam renang dalam rumah, sistem pengaktifan melalui suara (voice activated control systems), dan elevator yang memungkinkan Anda memarkir mobil di suatu tempat yang sudah ditentukan, juga sebuah kamar mandi mewah yang dirancang secara khusus dan dirakit oleh pabrik Leonardo da Vinci di Italia.

“Kehidupan dewasa ini adalah dinamis, jadi tempat di mana kita hidup haruslah dinamis juga, disesuaikan dengan kebutuhan kita yang terus-menerus berubah, sesuai dengan konsep rancangan dan keinginan hati kita,” kata Fisher. “Bangunan akan mengikuti irama alam. Bangunan tersebut akan mengubah arah dan bentuknya dari musim semi ke musim panas, dari matahari terbit ke matahari terbenam, serta menyesuaikan diri terhadap cuaca. Dengan kata lain, bangunan-bangunan itu akan tampak hidup.” (pls/epochtimes)